PENERAPAN ECO DESIGN PADA
KOMPOR INDUKSI
Green design atau eco design adalah sebuah gerakan berkelanjutan yang
mencita-citakan terciptanya perancangan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan
pemakaian material yang ramah lingkungan serta penggunaan energi dan sumber
daya yang efektif dan efisien. Dengan Eco Design salah satu
cara menjaga lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas manusia. Dapat dikatakan bahwa saat ini, sangatlah diperlukan
sebuah desain yang berkelanjutan, yaitu desain yang memiliki kemampuan untuk
menjalankan fungsinya secara terus menerus, meningkatkan taraf hidup pemakainya
dan ramah lingkungan. Ramah lingkungan disini berarti tidak menggangu
ekosistem.
Salah satu produk yang lebih baik dari produk yang sebelumnya
adalah kompor. Dahulu masyarakat memasak menggunakan tungku dengan memanfaatkan
kayu sebagai bahan bakarnya. Biasanya masyarakat menebangi pohon untuk sebagai
bahan bakar tetapi itu justru merusak lingkungan. Dan seiring berjalannya waktu
masyarakat beralih ke kompor minyak tanah. Kekurangan dari kompor minyak
seperti berbau, belum juga sumbunya harus diganti ini tidak praktis,bahan
bakarnya susah dicari selain juga itu tidak menjadi solusi karena bahan bakar
minyak tanah di dunia semakin lama semakin menipis sedangkan yang
menggunakannya banyak.
Beralihlah ke kompor gas , masyarakat mulai menggunakannya
dan penggunaanya praktis , tidak berasap , apinya stabil. Pemerintah juga
menyarankan untuk beralih ke kompor gas. Karena ketersediaan minyak tanah
menipis. Dari segi penggunaanya masyarakat sudah banyak menggunakan kompor gas.
Akan tetapi, ada juga kelemahannya yaitu jika gas tersebut bocor ataupun salah
memasang berakibat meledak gas. Bahkan, akhir akir ini banyak oknum yang
memanfaatkan untuk mencurangi isi gas tersebut. Makanya, banyak terjadi kebocoran
gas dan meledaknya gas. Dan yang sekarang ini ada kompor yang lebih efektif
yaitu kompor induki.
1. Pengertian Kompor Induksi
Kompor induksi adalah sejenis kompor yang permukaannya datar
tidak benar-benar menghasilkan panas sendiri, melainkan menginduksi alat masak.
Jadi, panci yang menjadi panas bukan kompornya.Kelebihan dari kompor induksi
ini adalah lebih cepat panas, lebih
aman, pemanasan lebih konsisten, lebih hemat energi, tidak meninggalkan efek
asap dan jelaga, desain dan bentuknya fleksibel, jikapun tidak sengaja meninggalkan kompor dalam kondisi masih
menyala. Pada kompor induksi, saat panci tidak diletakkan diatasnya, maka tidak
ada panas.Kelemahan dari kompok induksi ini adalah sangat bergantung
pada aliran listrik. Ketika aliran listrik mati otomatis tidak bisa memasak.
Akan tetapi, kompor ini alternatif yang ramah lingkungan.
2. Cara Kerja Kompor Induksi
Cara kerja alat
masak ini mirip dengan baja atau besi yang menempel ke permukaan magnetik. Pada
kompor induksi, reaksi magnetik ini digunakan untuk menciptakan panas.Sementara
kompor listrik tradisional bekerja dengan memanaskan elemen pemanas dan
kemudian mentransfer panas ke panci, kompor induksi menciptakan panas pada
panci itu sendiri.Oleh karena itu, memasak dengan kompor induksi sangat cepat,
aman dan hemat energi.Namun perlu diketahui, kompor induksi hanya bekerja
dengan panci atau alat masak datar yang terbuat dari stainless steel atau
besi.Seiring waktu, harga kompor induksi semakin terjangkau sehingga bisa
menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan akan kompor modern.
1. Kelebihan
Kompor Induksi
Adapun kelebihan dari kompor induksi seperti pada berikut.
a. Bertenaga
(Powerful) dan Efisien
Energi yang terbuang hampir tidak ada, pengubahan energi listrik ke panas berlangsung dengan efektif. Sehingga dengan daya listrik lebih kecil.
Energi yang terbuang hampir tidak ada, pengubahan energi listrik ke panas berlangsung dengan efektif. Sehingga dengan daya listrik lebih kecil.
b. Tidak
mengeluarkan api
Berbeda dengan pemanasan yang menggunakan api, sistem IH yang tidak menggunakan api ini menghasilkan kemungkinan terjadi kecelakaan luka bakar yang rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang yang sedang berada di dekat alat masak IH tidak akan merasa kepanasan.
Berbeda dengan pemanasan yang menggunakan api, sistem IH yang tidak menggunakan api ini menghasilkan kemungkinan terjadi kecelakaan luka bakar yang rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang yang sedang berada di dekat alat masak IH tidak akan merasa kepanasan.
c. Mudah
dalam mengatur temperatur
Melalui pengaturan jumlah arus listrik yang mengalir di kumparan, tingkat kepanasan IH dapat dengan mudah disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.
Melalui pengaturan jumlah arus listrik yang mengalir di kumparan, tingkat kepanasan IH dapat dengan mudah disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.
d. Tingkat
keamanan yang tinggi
Hal ini sesuai dengan keuntungan nomer 2 di atas, karena tidak mengeluarkan api resiko luka bakar hampir tak ada. Resiko kebakaran karena jilatan api yang menari-nari karena angin jugabisa dikatakan mendekati nol. Selain itu, dalam keadaan kumparan teraliri arus listrik, permukaan IH tidak akan terasa panas jika disentuh dengan jari yang hanya akan teraliri listrik dalam jumlah kecil (dalam kondisi tidak sedang menggunakan logam seperti cincin, gelang, dkk). Tidak adanya proses pembakaran menyebabkan tidak adanya risiko terjadinya kekurangan oksigen dalam ruangan. Tapi ingat, menyentuh panci, wajan atau alat masak dalam keadaan panas tentu saja bisa menyebabkan luka bakar loh.
Hal ini sesuai dengan keuntungan nomer 2 di atas, karena tidak mengeluarkan api resiko luka bakar hampir tak ada. Resiko kebakaran karena jilatan api yang menari-nari karena angin jugabisa dikatakan mendekati nol. Selain itu, dalam keadaan kumparan teraliri arus listrik, permukaan IH tidak akan terasa panas jika disentuh dengan jari yang hanya akan teraliri listrik dalam jumlah kecil (dalam kondisi tidak sedang menggunakan logam seperti cincin, gelang, dkk). Tidak adanya proses pembakaran menyebabkan tidak adanya risiko terjadinya kekurangan oksigen dalam ruangan. Tapi ingat, menyentuh panci, wajan atau alat masak dalam keadaan panas tentu saja bisa menyebabkan luka bakar loh.
e. Ekonomis
Dengan kemampuan tak jauh berbeda dengan kompor gas, kompor IH memerlukan lebih sedikit energi untuk keperluan yang sama sehingga tagihan listrik juga lebih murah. Selain ramah lingkungan, kompor ini juga ramah dompet.
Dengan kemampuan tak jauh berbeda dengan kompor gas, kompor IH memerlukan lebih sedikit energi untuk keperluan yang sama sehingga tagihan listrik juga lebih murah. Selain ramah lingkungan, kompor ini juga ramah dompet.
f.
Kompor Tetap Dingin
Adapun pada kompor induksi, energi listrik digunakan untuk menciptakan medan magnet, yang menginduksi wajan atau panci. Akibat induksi magnetik, molekul saling bertabrakan pada frekuensi tinggi. Friksi antarmolekul ini menciptakan panas secara cepat.
Di sini terlihat panci atau wajan itu sendiri yang berfungsi sebagai elemen pemanas. Ini lebih efisien karena memintas jalur perpindahan energi. Keunggulan lain, permukaan kompor tetap dingin saat digunakan. Yang memanas hanya wajan atau panci yang digunakan untuk memasak. Lebih aman, karena itu memperkecil risiko luka bakar akibat keteledoran pemakaian.
Berapa catu daya yang dibutuhkan? Relatif tinggi; bisa mencapai 1.700 watt. Namun itu bisa diatur hingga batas minimal 200 watt; meski durasi memasak menjadi lebih lama.
Sayangnya tak sembarang panci bisa digunakan. Perkakas dari aluminium, stainless steel, atau tembaga tak bereaksi terhadap medan magnet sehingga mesti dipensiunkan bila memutuskan beralih ke kompor teknologi baru ini. Biasanya kompor induksi dijual satu paket dengan wajan atau panci yang bersifat "ferromagnetik" seperti baja, besi, atau logam lain.
Meskipun demikian, jangan buru-buru membuang perkakas bekas. Bisa jadi panci lama masih berguna. Untuk mengujinya, dekatkan sebatang magnet pada panci. Jika menempel, berarti bisa digunakan pada kompor induksi meski efisiensinya mungkin lebih kecil.
Adapun pada kompor induksi, energi listrik digunakan untuk menciptakan medan magnet, yang menginduksi wajan atau panci. Akibat induksi magnetik, molekul saling bertabrakan pada frekuensi tinggi. Friksi antarmolekul ini menciptakan panas secara cepat.
Di sini terlihat panci atau wajan itu sendiri yang berfungsi sebagai elemen pemanas. Ini lebih efisien karena memintas jalur perpindahan energi. Keunggulan lain, permukaan kompor tetap dingin saat digunakan. Yang memanas hanya wajan atau panci yang digunakan untuk memasak. Lebih aman, karena itu memperkecil risiko luka bakar akibat keteledoran pemakaian.
Berapa catu daya yang dibutuhkan? Relatif tinggi; bisa mencapai 1.700 watt. Namun itu bisa diatur hingga batas minimal 200 watt; meski durasi memasak menjadi lebih lama.
Sayangnya tak sembarang panci bisa digunakan. Perkakas dari aluminium, stainless steel, atau tembaga tak bereaksi terhadap medan magnet sehingga mesti dipensiunkan bila memutuskan beralih ke kompor teknologi baru ini. Biasanya kompor induksi dijual satu paket dengan wajan atau panci yang bersifat "ferromagnetik" seperti baja, besi, atau logam lain.
Meskipun demikian, jangan buru-buru membuang perkakas bekas. Bisa jadi panci lama masih berguna. Untuk mengujinya, dekatkan sebatang magnet pada panci. Jika menempel, berarti bisa digunakan pada kompor induksi meski efisiensinya mungkin lebih kecil.
2. Perbandingan
efisiensi tabung gas VS kompor induksi,
Perhitungan penggunaan tabung gas
1 tabung gas 12 kg harga : Rp.80.000,-/tabung
1 tabung bisa di pakai s/d 60 jam
Pemakaian dalam 1jam = Rp.80.000,- / 60jam = Rp.1350,-/jam
Perhitungan penggunaan kompor Induksi
(TDL terbaru : Rp.793,-/kwh)
Pemakaian 500watt / jam
Pemakaian 1jam x 500watt = 500watt / 0,5kwh
Biaya = 0,5kwh x Rp.793 = Rp.396,5/jam
Perhitungan penggunaan tabung gas
1 tabung gas 12 kg harga : Rp.80.000,-/tabung
1 tabung bisa di pakai s/d 60 jam
Pemakaian dalam 1jam = Rp.80.000,- / 60jam = Rp.1350,-/jam
Perhitungan penggunaan kompor Induksi
(TDL terbaru : Rp.793,-/kwh)
Pemakaian 500watt / jam
Pemakaian 1jam x 500watt = 500watt / 0,5kwh
Biaya = 0,5kwh x Rp.793 = Rp.396,5/jam
Terbukti
kompor induksi lebih hemat daripada menggunakan kompor gas
5. Inovasi
Kompor Induksi
Mungkin
inovasi berikutnya pada kompornya yang permukaannya datar bisa lebih
dicekungkan supaya wajan dari besi juga bisa untuk masak di kompor induksi ini.
Karena, wajan bentuknya cekung jadi kompornya bisa dicekungkan. Tidak hanya
bisa memasak menggunakan panci terbuat dari stainlees
steel atau besi tetapi wajan juga. Mungkin ini adalah inovasi saya tentang
kompor induksi.
sumber :
Shafira Ayu Nurlitasari
Fakultas Rekayasa Industri
Universitas Telkom
Tugas ini diajukan untuk memenuhi mata kuliah Ekologi Industri
diampu oleh Abdul Malik Firdaus, S.kel.,M.I.L

Thank you for information
BalasHapusAssalamu'alaikum saudari Fira, saya ingin menayangkan jika produk ini tidak bisa diolah kembali bagaimana? Dan apakah Anda yakin produk ini dapat menarik perhatian masyarakat? Mengapa?
BalasHapusWaalaikumsalam terima kasih saudari sophia pertanyaanya sangat bagus sekali. Untuk produk ini bisa diolah kembali dan bisa dijadikan kembali barang lainnya yang juga bermanfaat dengan cara beberapa tahap pengolahan. Mungkin iya karena ini adalah produk yang ramah lingkungan.
HapusMaaf saya ingin bertanya, Seberapa yakin anda bahwa produk ini bisa diterima kalangan masyarakat? Dan karena bahan dasarnya adalah bahan reuse, seberapa lama durabilitas yang payung ini punyai? Terima kasih
BalasHapusTerima kasih saudara fadhil untuk pertanyaannya. Saya yakin masyarakat menerima produk ramah lingkungan ini. Untuk durabilitas tergantung kita memakainya bagaimana karena bahan ini dari plastik yang cukup tebal jadi bisa cukup lama penggunaannya
Hapusmaaf saya ingin bertanya. apakah menurut saudara shafira payung ini dapat di daur ulang lagi?? jika bisa berikan salah satu contoh dari daur ulang ini??. terimakasih
BalasHapusTerima kasih saudara Desyam. Bisa didaur ulang dengan cara melelehkan dan bisa dijadikan barang lain seperti pengki , gagang sapu plastik.
HapusMaaf saudari Shafira, saya ingin bertanya. Jika payung tersebut rusak atau tidak dapat digunakan lagi, apakah konsumen mengembalikan lagi kepada pengolah payung atau diapakan ya? karena menurut saya, jika limbah payung dibuang kembali oleh pembeli atau konsumen, maka limbah plastik akan tetap meningkat.Terima kasih.
BalasHapusTerima kasih saudari Ghina. Jika rusak bukan di buang tapi bisa diolah lagi dan dapat dimanfaatkan kembali .
HapusApakah bahan yang dipakai untuk kerangka payung ini?apakah bahan daur ulang juga atau tidak?Terima Kasih
BalasHapusTerima kasih saudari Dwi. Bisa menggunakan bahan daur ulang seperti contohnya bambu.
Hapuskenapa anda mengeluarkan produk ini?
BalasHapusnurlitasari shafira2 Desember 2016 06.50
HapusTerima kasih pertanyaannya saudara Dimas. Saya mengeluarkan produk ini karea sudah terbukti ramah lingkungan
apakah payung plastik ini memiliki jangka waktu yang lama sampai rusak ketika digunakan?
BalasHapusdan juga apakah payung plastik ini kuat dalam menghadapi cuaca yang ada di indonesia?
terima kasih
Terima kasih saudari Adin. Iya bisa digunakan sampai rusak. Untuk di indonesia ada 2 cuaca panas dan hujan dan untuk payung ini bisa kuat untuk menahan hujan . Karena sama dengan payung payung lainnya
Hapuspermisi apakah produk tersebut dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama ?
BalasHapusBisa saudari mae.. karena memakai bahan yang tebal
Hapussaudari safira, jika seandainya paying tersebut berlubang, menurut anda,apakah dapat di tambal atau langsung dibuang saja ?
BalasHapusTerima kasih saudara revo. Jika payung tersrbut berlubang bisa ditambal dengan solatip (lakban) dab tidak langsung dibuang begitu saja.
HapusTerima kasih Saudara Revo. Kalaupun payung berlubang bisa ditambal dengang solatip dan tidah dibuang begitu saja bisa saja di manfaatkan untuk didaur kembali
BalasHapusselamat siang, saudari fira saya ingin bertanya apakah dalam mengolah limbah plastic dan paralon menghasilkan limbah yang mikro? jika iya, bagaimana mengolah limbah tersebut? terima kasih
BalasHapusTerima kasih saudari wendy. Iya ..cara pengolahannya bisa dengan melelehkan limbah plastik dan paralon dan diolah kembali menjadi barang barang yang berguna seperti pengki dari limbah plastik plastik tersebut.
Hapushalo saudari fira, saya ingin bertanya seperti yang Anda blg kepada saudara revo ketika payung berlubang bisa ditambal memakai solatip. bukannya ketika menggunakan solatip itu ketika solatip terkena air tidak akan merekat lagi ? bagaimana solusi Anda selanjutnya? terima kasih
BalasHapusTerima kasih saudari wina. Memang memakai solatip jika terkena air akan tidak melekat. Yang saya maksud kan itu solatip yang kuat seperti solatip yang hitam besar (lakban) itu karena saya pernah mencobanya dan sampai sekarang masih melekat.
HapusProduk ini tidak menerapkan prinsip ecodesign. Hanya penggunaan kembali barang/sampah yang sudah tidak digunakan. Coba cari referensi dan inovasi lain untuk memperkaya ide ini. terimakasih
BalasHapusterima kasih bapak atas sarannya. saya sudah menggantinya dengan referensi dan inovasi lainnya. saya mengganti kompor induksi yang ramah lingkungan.
Hapus