Senin, 28 November 2016

PENERAPAN ECO DESIGN PADA KOMPOR INDUKSI
Green design atau eco design adalah sebuah gerakan berkelanjutan yang mencita-citakan terciptanya perancangan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian material yang ramah lingkungan serta penggunaan energi dan sumber daya yang efektif dan efisien. Dengan Eco Design salah satu cara menjaga lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas manusia. Dapat dikatakan bahwa saat ini, sangatlah diperlukan sebuah desain yang berkelanjutan, yaitu desain yang memiliki kemampuan untuk menjalankan fungsinya secara terus menerus, meningkatkan taraf hidup pemakainya dan ramah lingkungan. Ramah lingkungan disini berarti tidak menggangu ekosistem.
Salah satu produk yang lebih baik dari produk yang sebelumnya adalah kompor. Dahulu masyarakat memasak menggunakan tungku dengan memanfaatkan kayu sebagai bahan bakarnya. Biasanya masyarakat menebangi pohon untuk sebagai bahan bakar tetapi itu justru merusak lingkungan. Dan seiring berjalannya waktu masyarakat beralih ke kompor minyak tanah. Kekurangan dari kompor minyak seperti berbau, belum juga sumbunya harus diganti ini tidak praktis,bahan bakarnya susah dicari selain juga itu tidak menjadi solusi karena bahan bakar minyak tanah di dunia semakin lama semakin menipis sedangkan yang menggunakannya banyak.
Beralihlah ke kompor gas , masyarakat mulai menggunakannya dan penggunaanya praktis , tidak berasap , apinya stabil. Pemerintah juga menyarankan untuk beralih ke kompor gas. Karena ketersediaan minyak tanah menipis. Dari segi penggunaanya masyarakat sudah banyak menggunakan kompor gas. Akan tetapi, ada juga kelemahannya yaitu jika gas tersebut bocor ataupun salah memasang berakibat meledak gas. Bahkan, akhir akir ini banyak oknum yang memanfaatkan untuk mencurangi isi gas tersebut. Makanya, banyak terjadi kebocoran gas dan meledaknya gas. Dan yang sekarang ini ada kompor yang lebih efektif yaitu kompor induki.

1.      Pengertian Kompor Induksi
Kompor induksi adalah sejenis kompor yang permukaannya datar tidak benar-benar menghasilkan panas sendiri, melainkan menginduksi alat masak. Jadi, panci yang menjadi panas bukan kompornya.Kelebihan dari kompor induksi ini adalah lebih cepat panas,  lebih aman, pemanasan lebih konsisten, lebih hemat energi, tidak meninggalkan efek asap dan jelaga, desain dan bentuknya fleksibel, jikapun tidak sengaja meninggalkan kompor dalam kondisi masih menyala. Pada kompor induksi, saat panci tidak diletakkan diatasnya, maka tidak ada panas.Kelemahan dari kompok induksi ini adalah sangat bergantung pada aliran listrik. Ketika aliran listrik mati otomatis tidak bisa memasak. Akan tetapi, kompor ini alternatif yang ramah lingkungan.
contoh kompor induksi 
2.      Cara Kerja Kompor Induksi
Cara kerja alat masak ini mirip dengan baja atau besi yang menempel ke permukaan magnetik. Pada kompor induksi, reaksi magnetik ini digunakan untuk menciptakan panas.Sementara kompor listrik tradisional bekerja dengan memanaskan elemen pemanas dan kemudian mentransfer panas ke panci, kompor induksi menciptakan panas pada panci itu sendiri.Oleh karena itu, memasak dengan kompor induksi sangat cepat, aman dan hemat energi.Namun perlu diketahui, kompor induksi hanya bekerja dengan panci atau alat masak datar yang terbuat dari stainless steel atau besi.Seiring waktu, harga kompor induksi semakin terjangkau sehingga bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan akan kompor modern.
1.       Kelebihan Kompor Induksi
Adapun kelebihan dari kompor induksi seperti pada berikut.
a.       Bertenaga (Powerful) dan Efisien
Energi yang  terbuang hampir tidak ada, pengubahan energi listrik ke panas berlangsung dengan efektif. Sehingga dengan daya listrik lebih kecil.
b.      Tidak mengeluarkan api
Berbeda dengan pemanasan yang menggunakan api, sistem IH yang tidak menggunakan api ini menghasilkan kemungkinan terjadi kecelakaan luka bakar yang rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang yang sedang berada di dekat alat masak IH tidak akan merasa kepanasan.
c.       Mudah dalam mengatur temperatur
Melalui pengaturan jumlah arus listrik yang mengalir di kumparan, tingkat kepanasan IH dapat dengan mudah disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.
d.      Tingkat keamanan yang tinggi
Hal ini sesuai dengan keuntungan nomer 2 di atas, karena tidak mengeluarkan api resiko luka bakar hampir tak ada. Resiko kebakaran karena jilatan api yang menari-nari karena angin jugabisa dikatakan mendekati nol. Selain itu, dalam keadaan kumparan teraliri arus listrik, permukaan IH tidak akan terasa panas jika disentuh dengan jari yang hanya akan teraliri listrik dalam jumlah kecil (dalam kondisi tidak sedang menggunakan logam seperti cincin, gelang, dkk). Tidak adanya proses pembakaran menyebabkan tidak adanya risiko terjadinya kekurangan oksigen dalam ruangan. Tapi ingat, menyentuh panci, wajan atau alat masak dalam keadaan panas tentu saja bisa menyebabkan luka bakar loh.
e.       Ekonomis
Dengan kemampuan tak jauh berbeda dengan kompor gas, kompor IH memerlukan lebih sedikit energi untuk keperluan yang sama sehingga tagihan listrik juga lebih murah. Selain ramah lingkungan, kompor ini juga ramah dompet.
f.        Kompor Tetap Dingin
Adapun pada kompor induksi, energi listrik digunakan untuk menciptakan medan magnet, yang menginduksi wajan atau panci. Akibat induksi magnetik, molekul saling bertabrakan pada frekuensi tinggi. Friksi antarmolekul ini menciptakan panas secara cepat.

Di sini terlihat panci atau wajan itu sendiri yang berfungsi sebagai elemen pemanas. Ini lebih efisien karena memintas jalur perpindahan energi. Keunggulan lain, permukaan kompor tetap dingin saat digunakan. Yang memanas hanya wajan atau panci yang digunakan untuk memasak. Lebih aman, karena itu memperkecil risiko luka bakar akibat keteledoran pemakaian.
Berapa catu daya yang dibutuhkan? Relatif tinggi; bisa mencapai 1.700 watt. Namun itu bisa diatur hingga batas minimal 200 watt; meski durasi memasak menjadi lebih lama.

Sayangnya tak sembarang panci bisa digunakan. Perkakas dari aluminium, stainless steel, atau tembaga tak bereaksi terhadap medan magnet sehingga mesti dipensiunkan bila memutuskan beralih ke kompor teknologi baru ini. Biasanya kompor induksi dijual satu paket dengan wajan atau panci yang bersifat "ferromagnetik" seperti baja, besi, atau logam lain.

Meskipun demikian, jangan buru-buru membuang perkakas bekas. Bisa jadi panci lama masih berguna. Untuk mengujinya, dekatkan sebatang magnet pada panci. Jika menempel, berarti bisa digunakan pada kompor induksi meski efisiensinya mungkin lebih kecil. 


2.       Perbandingan efisiensi tabung gas VS kompor induksi,

Perhitungan penggunaan tabung gas
1 tabung gas 12 kg harga : Rp.80.000,-/tabung
1 tabung bisa di pakai s/d 60 jam
Pemakaian dalam 1jam = Rp.80.000,- / 60jam = Rp.1350,-/jam

Perhitungan penggunaan kompor Induksi
(TDL terbaru : Rp.793,-/kwh)
Pemakaian 500watt / jam
Pemakaian 1jam x 500watt = 500watt / 0,5kwh
Biaya = 0,5kwh x Rp.793 = Rp.396,5/jam
Terbukti kompor induksi lebih hemat daripada menggunakan kompor gas
5.      Inovasi Kompor Induksi
Mungkin inovasi berikutnya pada kompornya yang permukaannya datar bisa lebih dicekungkan supaya wajan dari besi juga bisa untuk masak di kompor induksi ini. Karena, wajan bentuknya cekung jadi kompornya bisa dicekungkan. Tidak hanya bisa memasak menggunakan panci terbuat dari stainlees steel atau besi tetapi wajan juga. Mungkin ini adalah inovasi saya tentang kompor induksi.



Shafira Ayu Nurlitasari
Fakultas Rekayasa Industri
Universitas Telkom

Tugas ini diajukan untuk memenuhi mata kuliah Ekologi Industri
diampu oleh Abdul Malik Firdaus, S.kel.,M.I.L


26 komentar:

  1. Assalamu'alaikum saudari Fira, saya ingin menayangkan jika produk ini tidak bisa diolah kembali bagaimana? Dan apakah Anda yakin produk ini dapat menarik perhatian masyarakat? Mengapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam terima kasih saudari sophia pertanyaanya sangat bagus sekali. Untuk produk ini bisa diolah kembali dan bisa dijadikan kembali barang lainnya yang juga bermanfaat dengan cara beberapa tahap pengolahan. Mungkin iya karena ini adalah produk yang ramah lingkungan.

      Hapus
  2. Maaf saya ingin bertanya, Seberapa yakin anda bahwa produk ini bisa diterima kalangan masyarakat? Dan karena bahan dasarnya adalah bahan reuse, seberapa lama durabilitas yang payung ini punyai? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudara fadhil untuk pertanyaannya. Saya yakin masyarakat menerima produk ramah lingkungan ini. Untuk durabilitas tergantung kita memakainya bagaimana karena bahan ini dari plastik yang cukup tebal jadi bisa cukup lama penggunaannya

      Hapus
  3. maaf saya ingin bertanya. apakah menurut saudara shafira payung ini dapat di daur ulang lagi?? jika bisa berikan salah satu contoh dari daur ulang ini??. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudara Desyam. Bisa didaur ulang dengan cara melelehkan dan bisa dijadikan barang lain seperti pengki , gagang sapu plastik.

      Hapus
  4. Maaf saudari Shafira, saya ingin bertanya. Jika payung tersebut rusak atau tidak dapat digunakan lagi, apakah konsumen mengembalikan lagi kepada pengolah payung atau diapakan ya? karena menurut saya, jika limbah payung dibuang kembali oleh pembeli atau konsumen, maka limbah plastik akan tetap meningkat.Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Ghina. Jika rusak bukan di buang tapi bisa diolah lagi dan dapat dimanfaatkan kembali .

      Hapus
  5. Apakah bahan yang dipakai untuk kerangka payung ini?apakah bahan daur ulang juga atau tidak?Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Dwi. Bisa menggunakan bahan daur ulang seperti contohnya bambu.

      Hapus
  6. kenapa anda mengeluarkan produk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nurlitasari shafira2 Desember 2016 06.50
      Terima kasih pertanyaannya saudara Dimas. Saya mengeluarkan produk ini karea sudah terbukti ramah lingkungan

      Hapus
  7. apakah payung plastik ini memiliki jangka waktu yang lama sampai rusak ketika digunakan?
    dan juga apakah payung plastik ini kuat dalam menghadapi cuaca yang ada di indonesia?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Adin. Iya bisa digunakan sampai rusak. Untuk di indonesia ada 2 cuaca panas dan hujan dan untuk payung ini bisa kuat untuk menahan hujan . Karena sama dengan payung payung lainnya

      Hapus
  8. permisi apakah produk tersebut dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa saudari mae.. karena memakai bahan yang tebal

      Hapus
  9. saudari safira, jika seandainya paying tersebut berlubang, menurut anda,apakah dapat di tambal atau langsung dibuang saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudara revo. Jika payung tersrbut berlubang bisa ditambal dengan solatip (lakban) dab tidak langsung dibuang begitu saja.

      Hapus
  10. Terima kasih Saudara Revo. Kalaupun payung berlubang bisa ditambal dengang solatip dan tidah dibuang begitu saja bisa saja di manfaatkan untuk didaur kembali

    BalasHapus
  11. selamat siang, saudari fira saya ingin bertanya apakah dalam mengolah limbah plastic dan paralon menghasilkan limbah yang mikro? jika iya, bagaimana mengolah limbah tersebut? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari wendy. Iya ..cara pengolahannya bisa dengan melelehkan limbah plastik dan paralon dan diolah kembali menjadi barang barang yang berguna seperti pengki dari limbah plastik plastik tersebut.

      Hapus
  12. halo saudari fira, saya ingin bertanya seperti yang Anda blg kepada saudara revo ketika payung berlubang bisa ditambal memakai solatip. bukannya ketika menggunakan solatip itu ketika solatip terkena air tidak akan merekat lagi ? bagaimana solusi Anda selanjutnya? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari wina. Memang memakai solatip jika terkena air akan tidak melekat. Yang saya maksud kan itu solatip yang kuat seperti solatip yang hitam besar (lakban) itu karena saya pernah mencobanya dan sampai sekarang masih melekat.

      Hapus
  13. Produk ini tidak menerapkan prinsip ecodesign. Hanya penggunaan kembali barang/sampah yang sudah tidak digunakan. Coba cari referensi dan inovasi lain untuk memperkaya ide ini. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih bapak atas sarannya. saya sudah menggantinya dengan referensi dan inovasi lainnya. saya mengganti kompor induksi yang ramah lingkungan.

      Hapus